AKSI NYATA MODUL 3.2.a.10 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

 AKSI NYATA MODUL 3.2.a.10
PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA
Oleh :
FARITSZA FAUJIAH, S.Pd
SMP NEGERI 1 SIDEMEN
Calon Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Karangasem

 

PERISTIWA (FACT)

I. LATAR BELAKANG

Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset sangat cocok diterapkan pada sekolah karena menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, sehingga hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan. Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas atau sekolah bukan bukan fokus pada kekurangan atau kelemahan yang dimiliki untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita bersama.

Dalam sebuah ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah antara lain Murid, Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat sekitar sekolah. Selanjutnya faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran antara lain Keuangan, Sarana dan prasarana. 

Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya merupakan seorang pemimpin yang mampu menganalisis, mengidentifikasi, memetakan potensi, kekuatan atau 7 aset utama yang dimiliki sekolah sperti modal manusia, sosial, fisik, alam/ lingkungan, finansial, politik, agama dan budaya. Selanjutnya setelah memetakan menggunakan pendekatan pengembangan komunitas berbasis aset untuk memanfaatkan, memberdayakan, mengelola sumber daya yang dimiliki sekolah untuk membuat perubahan dan kemajuan dalam meningkatkan pembelajaran yang berpihak pada murid.

Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas, yaitu guru dan murid sebagai aset modal manusia yang ada disekolah, jadi seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran mampu mengelola sumber daya berbasis aset berfokus pada hal positif, potensi, kekuatan yang dimiliki murid. Realitanya siswa SMP Negeri 1 Sidemen merupakan siswa yang kreatif, dan memiliki potensi yang beraneka ragam. Namun, selama ini kurangnya peran guru dalam memaksimalkan sumber daya yang telah dimiliki sekolah. Oleh sebab itu CGP sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya yang tepat dengan memaksimalkan nilai dan peran guru penggerak melalui penerapan prakarsa perubahan kecil yang berdampak pada lingkup kelas yaitu dengan melakukan aksi nyata "Meningkatkan literasi dan keterampilan menulis pada murid melalui pembuatan mading di kelas VIII A".

II. TUJUAN

  1. Siswa menjadi gemar membaca
  2. Meningkatnya literasi dan keterampilan menulis pada murid
  3. Keterampilan yang dimiliki siswa kelas VIII A dapat menjadi contoh yang baik bagi kelas yang lain.
  4. Adanya perubahan positif dalam penataan ruangan kelas

III. TOLAK UKUR

  1. Terlaksananya kegiatan pembuatan mading di kelas VIII A
  2. Adanya hasil mading yang telah dibuat dengan kreativitas siswa kelas VIII A

IV. DAYA DUKUNG

  1. Kepala sekolah
  2. Guru
  3. Murid
  4. Tenaga kependidikan
  5. Orangtua siswa
  6. Sarana dan prasarana di sekolah

V. HASIL AKSI NYATA

Kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar dalam rangka membuat perubahan kecil yang berdampak pada lingkup kelas yaitu dengan melakukan aksi nyata "Meningkatkan literasi dan keterampilan menulis pada murid melalui pembuatan mading di kelas VIII A". Kegiatan pembuatan mading di kelas juga telah menciptakan kerjasama dan hubungan yang baik, harmonis antara siswa dan guru dalam upaya membuat mading yang menarik dan kreatif. Adanya hasil mading yang telah dibuat siswa kelas VIII A yang merupakan hasil keterampilan tulisan siswa yang berisi rangkuman mata pelajaran, rumus-rumus matematika, puisi, cerpen dalam bahasa inggris, dan diberi hiasan, warna sehingga tampilan mading yang dibuat pun menjadi menarik serta kreatif. Tentunya hal ini membuat orang tertarik dan semangat untuk membacanya (literasi).





























VI. PERASAAN (FEELING)
Saya senang dan bersemangat bisa berkolaborasi dengan siswa dalam pembuatan mading di kelas VIII A karena saya bisa terlibat aktif meningkatkan keterampilan literasi dan keterampilan menulis siswa. Saya senang juga bisa memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi dalam mengelola dan mengumpulkan ide, gagasan tentang materi yang akan ditempel di mading dan konsep mading sehingga bersama-sama membuat perubahan yang kecil yang berdampak di kelas melalui pembuatan mading di kelas VIII A.

VII. PEMBELAJARAN (FINDING)
Seorang guru sebagai pemimpin dalam pengelolaan sumber daya akan mencapai keberhasilan saat melakukan aksi nyata dengan kolaborasi. kerjasama, komunikasi yang baik (berdiskusi) dan memaksimalkan pengelolaan sumber daya di sekolah dengan berbasis aset berfokus pada hal positif, potensi, kekuatan yang dimiliki murid.

VIII. PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Saya sebagai pemimpin pembelajaran akan memanfaatkan secara maksimal sumber daya yang dimiliki sekolah dengan menerapkan perubahan kecil yang berdampak di kelas melalui pembuatan mading di semua kelas, tidak hanya di kelas VIII A saja. Dengan demikian, semua siswa di SMP Negeri 1 Sidemen dapat meningkatnya literasi dan meningkatnya keterampilan menulis.


LINK YOUTUBE AKSI NYATA 3.2.A.10 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konten materi PPKN Kelas 8 semester genap bab 5 yaitu "Memaknai Nilai Kejuangan Sumpah Pemuda Tahun 1928 dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika"

BAB 3 KEDAULATAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA